Sistem cuaca ekstrem ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau sejak 19 Juni 2026 dan mencapai intensitas siklon tropis pada 20 Juni 2026.
Berdasarkan analisis per 23 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, posisi sistem berada di Laut Filipina, timur laut Filipina.
Mekkhala menunjukkan kekuatan yang signifikan dengan status kategori 4, memiliki tekanan pusat 925 hPa, serta kecepatan angin maksimum mencapai 100 knots atau sekitar 185 km/jam.
Kabar baik bagi wilayah Indonesia, sistem ini terpantau bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 6 knots atau 10 km/jam.
Meskipun posisinya menjauh, BMKG tetap memberikan peringatan dini terkait dampak tidak langsung yang dapat dirasakan di perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 24 Juni 2026.
Gelombang dengan kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, diprakirakan akan terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
Masyarakat dan operator pelayaran di wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi.
Ke depannya, meskipun intensitas kecepatan angin diprakirakan akan sedikit menurun, sistem ini diprediksi masih akan berada dalam kategori 4 dengan pergerakan ke arah barat laut-utara.
Informasi ini merupakan rilis terakhir dari TCWC Jakarta untuk Siklon Tropis Mekkhala, mengingat sistem tersebut akan segera keluar dari Area of Monitoring (AoM) wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta.
BERITA TERKAIT: