IPB University Perkuat Hilirisasi Jamu Berbasis Riset

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 09 Juni 2026, 04:42 WIB
IPB University Perkuat Hilirisasi Jamu Berbasis Riset
Dr. Ninuk Purnaningsih. (Foto: Humas IPB University)
rmol news logo IPB University melalui Pusat Studi Biofarmaka Tropika memperingati Hari Jamu Nasional 2026 melalui rangkaian kegiatan edukatif bertema “Modernisasi Jamu Warisan Leluhur, Masyarakat Sehat, Berdaya, dan Mendunia” yang berlangsung di Gedung Startup Center, Kampus Taman Kencana, Bogor, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, industri, dan masyarakat dalam memperkuat peran jamu sebagai warisan budaya sekaligus inovasi kesehatan masa depan.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Ninuk Purnaningsih, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jamu Nasional merupakan momentum untuk mengingat kembali kekayaan hayati dan pengetahuan lokal Indonesia yang telah diwariskan turun-temurun. 

Menurutnya, tantangan saat ini adalah bagaimana mengembangkan jamu secara lebih ilmiah, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Jamu sebagai warisan budaya bangsa masih memiliki tempat yang utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan ruang belajar, berbagi pengalaman, dan kolaborasi agar pemanfaatan jamu semakin tepat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ninuk dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa Pusat Studi Biofarmaka Tropika akan terus memperkuat penelitian dan hilirisasi produk herbal berbasis sumber daya hayati Indonesia. 

Lanjut Ninuk, potensi kekayaan biodiversitas Indonesia perlu didukung dengan pembuktian ilmiah yang kuat agar jamu semakin diterima oleh masyarakat luas dan mampu naik kelas menjadi produk kesehatan yang bernilai ekonomi tinggi.

"Generasi Z, generasi Alpha, dan generasi berikutnya perlu memahami bahwa herbal bukan sesuatu yang ketinggalan zaman. Justru dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, jamu dapat menjadi solusi kesehatan masa depan yang relevan, aman, dan mendunia," jelasnya.

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University, Prof Mohamad Rafi, menegaskan bahwa Hari Jamu Nasional memiliki nilai historis yang kuat bagi pengembangan jamu di Indonesia. 

“Herbal bukan berarti kuno. Kita dapat memodernisasi jamu menjadi sesuatu yang mampu mempertahankan kesehatan dan melindungi masyarakat dengan pendekatan ilmiah yang kuat,” kata Prof Rafi.

Ia juga menambahkan bahwa Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University terus berkontribusi dalam penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat untuk mendukung pengembangan obat herbal berbasis sumber daya hayati Indonesia.

Sementara itu, Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH) IPB University, Prof Erika Budiarti Laconi, menekankan pentingnya membawa inovasi jamu Indonesia ke panggung global melalui kolaborasi riset, industri, dan promosi internasional. 

Ia berharap kegiatan Hari Jamu Nasional dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu memperluas pemanfaatan hasil riset jamu hingga ke pasar nasional dan internasional.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta talkshow. Selain itu, sebanyak 100 mahasiswa berpartisipasi dalam pameran poster dan video edukasi jamu, serta lomba MasterChef Jamu. Berbagai agenda yang digelar juga meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, Empon-Empon Talk, hingga pameran karya komunikasi pembangunan bertema edukasi jamu. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA