Penyimpanan yang asal-asalan tidak hanya membuat daging cepat rusak, tetapi juga memicu bau tak sedap.
Agar stok daging Anda tahan lama, terapkan lima panduan praktis berikut ini di rumah.
Langkah pertama yang paling mendasar adalah kebersihan. Cuci daging dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa darah, lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
Gunakan pisau tajam untuk memotongnya agar serat daging tidak rusak.
Trik pentingnya: pisahkan dan simpan daging dalam porsi-porsi kecil sesuai kebutuhan masak harian. Ini akan sangat memudahkan Anda saat ingin mencairkannya kelak tanpa merusak stok lainnya.
Kedua, perhatikan suhu penyimpanan. Untuk konsumsi jangka pendek, letakkan daging di bagian chiller (lemari pendingin) pada suhu 0 hingga 4 derajat Celsius.
Jika ingin menyimpannya selama beberapa bulan, pindahkan ke dalam freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius.
Ketiga, hindari kesalahan umum yakni langsung memasukkan daging yang baru dipotong ke dalam freezer. Daging segar masih berada pada fase kekakuan otot (rigor mortis).
Biarkan daging beristirahat sejenak di suhu ruang yang bersih agar suhunya stabil, lalu baru masukkan ke kulkas agar teksturnya tidak alot saat dimasak.
Keempat, gunakan teknik kemasan vakum (vacuum sealing). Mengeluarkan udara dari kemasan sangat ampuh menghambat bakteri dan mencegah freezer burn (daging mengering akibat beku).
Jika tidak ada alat vakum, manfaatkan plastik ziplock khusus makanan dan tekan udaranya keluar secara manual sebelum ditutup rapat.
Terakhir, kelolalah daging dengan bijak. Menyimpan makanan secara benar bukan sekadar urusan dapur, melainkan wujud syukur dan tanggung jawab dalam menjaga nikmat agar terhindar dari pemborosan. Selamat mempraktikkan!
BERITA TERKAIT: