Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat manajemen talenta riset nasional di tengah meningkatnya persaingan global.
“Riset unggul tidak semata bertumpu pada kecerdasan intelektual, melainkan juga membutuhkan fondasi karakter yang kuat," kata Kepala BRIN Prof Arif Satria dalam keterangannya, dikutip Sabtu 28 Maret 2026.
Menurut Prof Arif, pendekatan ESQ relevan dalam membentuk periset yang cerdas, berintegritas, dan memiliki daya tahan dalam menghadapi tantangan riset global.
“Riset harus berdampak. Semangat yang kita dorong kepada para periset BRIN adalah semangat Khairunnas—menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain melalui riset dan inovasi,” sambungnya.
Sementara Pendiri UAG sekaligus ESQ Corp, Prof. (Hor) Ary Ginanjar Agustian menekankan pentingnya identifikasi talenta sejak dini agar pengembangan SDM tidak salah arah.
Ary menjelaskan, UAG telah mengembangkan pendekatan manajemen talenta berbasis data, yang telah diuji coba pada sekitar 1.100 periset BRIN dan akan dilanjutkan ke ribuan periset lainnya.
"Kalau kita bisa menemukan orang yang tepat dan mengembangkannya, maka riset kita akan punya dampak besar. Ini yang ingin kita dorong bersama, agar Indonesia ke depan benar-benar menjadi negara berbasis riset," kata Ary.
BERITA TERKAIT: