Dua penumpang anak-anak tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara sang kakek yang mengemudikan kendaraan dalam kondisi kritis dengan luka berat di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Informasi di lapangan menyebutkan, minibus datang dari arah Desa Pasar Lima menuju Siumbut-umbut. Saat melintas di rel, kendaraan tetap melaju meski kereta sudah mendekat.
Penjaga perlintasan swadaya disebut telah berteriak memberi peringatan, namun tabrakan tak terhindarkan.
“Dua anak meninggal dunia di TKP. Sopir yang juga kakek korban saat ini kritis dan sedang mendapat penanganan intensif,” ujar Petugas Polsuska Kisaran, Tri Rochmad dikutip dari
RMOLSumut.
Menurutnya, dugaan awal kecelakaan terjadi karena pengemudi tidak mendengar peringatan penjaga rel. Benturan keras membuat mobil ringsek parah dan terpental belasan meter.
Unit Gakkum Satlantas Polres Asahan telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Bangkai minibus yang hancur dievakuasi ke Pos Lantas Katarina untuk kepentingan penyelidikan.
BERITA TERKAIT: