Ormas yang berdiri sejak tahun 1916 ini baru saja menyelenggarakan Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 yang digagas Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata Mathla’ul Anwar sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan tertua di Indonesia dalam membangun kualitas universitas dan reputasi akademik hingga ke tingkat global.
“Ini membuktikan UNMA adalah universitas yang diperhitungkan. Bukan hanya meningkatkan kualitas interaksi akademik, tetapi juga memperluas pengakuan institusi di tingkat internasional. Capaian ini sekaligus mengharumkan nama Mathla’ul Anwar,” kata Anggota DPR Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Kegiatan akademik berskala internasional ini tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi memiliki nilai strategis dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran, riset, dan diskursus ilmiah di lingkungan kampus.
“Kolaborasi akademik lintas negara adalah kebutuhan di era transformasi digital. UNMA menunjukkan bahwa kualitas dan visi global dapat dibangun dari daerah,” ujar Jazuli yang pernah menjadi Ketua Bidang SDM dan Organisasi PB Mathla'ul Anwar ini.
Sebagai salah satu ormas Islam tertua di Indonesia, Mathla’ul Anwar dinilai berhasil menjaga relevansi sejarahnya dengan terus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 menjadi penegasan arah pengembangan UNMA pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, penguatan kolaborasi internasional, serta pembangunan reputasi akademik yang kredibel.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, UNMA diharapkan semakin maju dan Mathla’ul Anwar kian luas peran serta kontribusinya bagi pembangunan SDM unggul Indonesia.
Dalam seminar yang berlangsung Selasa, 3 Februari 2026 tersebut, hadir sejumlah pembicara seperti Prof Rautakivi Tuomo Tapani dari Centria University Finlandia, Prof Mazlini binti Adnan dari Sultan Idris Education University Malaysia, Ramadhoni dari BRIN Indonesia, dan Dr. Meliyawati dari Mathla'ul Anwar University.
BERITA TERKAIT: