“Mohon izin menyampaikan berita duka cita. Innalilahi wa inna ilaihi roji'uun. Telah meninggal dunia Ibu Meryati Hoegeng (100 tahun),” kata Prima saat dikonfirmasi wartawan.
Prima menjelaskan, Eyang Meri meninggal akibat sakit yang dideritanya. Eyang Meri meninggal usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Kramatjati pada hari ini sekira pukul 13.24 WIB.
Jenazah Eyang Meri akan segera dibawa ke rumah duka di Pesona Khayangan Estate DG-DH 1 RT 003 RW 028, Mekarjaya, Depok.
Rencananya jenazah akan dimakamkan di Giri Tama Tonjong, Kabupaten Bogor pada Rabu 4 Februari 2026.
Eyang Meri diketahui lahir pada 23 Juni 1925. Ia menikah dengan mantan Kapolri Hoegeng pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta.
Dari pernikahan ini, Hoegeng-Meri dikaruniai tiga orang anak, yakni Sri Pamujining Rahayu, Reni Soerjanti dan Aditya Soegeng Roeslani.
Kesederhanaan Eyang Meri membuatnya menjadi sosok pedoman dan teladan para insan Bhayangkara di Indonesia.
BERITA TERKAIT: