Berdasarkan pembaruan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 52 RT dan 17 ruas jalan masih tergenang.
Di Jakarta Barat, genangan terjadi di 14 RT yang tersebar di Kelurahan Duri Kosambi, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Kedoya Selatan. Ketinggian air berkisar antara 40 hingga 80 sentimeter. BPBD mencatat genangan di wilayah ini dipicu curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Pesanggrahan dan Angke Hulu.
Sementara itu, Jakarta Pusat mencatat genangan di 9 RT yang seluruhnya berada di Kelurahan Karet Tengsin. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 30 hingga 50 sentimeter akibat tingginya intensitas hujan.
Di Jakarta Selatan, genangan melanda 10 RT yang berada di Kelurahan Cipulir, Pondok Pinang, Kuningan Barat, dan Pejaten Timur. Ketinggian air berkisar 40 hingga 50 sentimeter dan disebabkan oleh curah hujan tinggi.
Wilayah Jakarta Timur menjadi salah satu kawasan terdampak cukup signifikan dengan genangan di 17 RT yang tersebar di Kelurahan Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian air di wilayah ini tercatat antara 50 hingga 140 sentimeter. Selain hujan deras, luapan Kali Ciliwung menjadi faktor utama terjadinya genangan.
Adapun di Jakarta Utara, genangan tercatat di 2 RT yang berada di Kelurahan Cilincing dan Rorotan dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 50 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
Selain permukiman warga, genangan juga berdampak pada 17 ruas jalan di Jakarta Barat, Selatan, Timur, Utara, dan Pusat dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.
Beberapa ruas jalan di antaranya berada di kawasan Daan Mogot, Srengseng Raya, Cileduk Raya, Raden Inten II, hingga KS Tubun. BPBD juga melaporkan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya tergenang kini telah berangsur surut setelah dilakukan penanganan.
Akibat genangan tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi. Di Jakarta Barat, pengungsian tercatat di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan lokasi di Masjid Jami Al Fudhola yang menampung 3 kepala keluarga atau 14 jiwa. Sementara di Jakarta Pusat, pengungsi berada di RPTRA Segas RW 06 dan Aula Masjid Muhajirin RW 07 di Kelurahan Karet Tengsin.
BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi optimal.
BPBD juga bekerja sama dengan lurah dan camat setempat untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas, dengan target genangan dapat surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan dampak cuaca ekstrem. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi gratis selama 24 jam.
BERITA TERKAIT: