Hal itu ditandai dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Komitmen tersebut menyangkut meningkatkan kapasitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memperluas keterlibatan UMKM dalam kegiatan penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ARUN sekaligus Ketua Aliansi Yayasan MBG Nusantara B.T. Fernando Duling menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten dan komitmen para pelaksana satuan pelayanan pemenuhan gizi.
"Komitmen ini mencerminkan kesungguhan para pelaksana SPPG dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan kepada masyarakat," kata Fernando dalam keterangan tertulis, Selasa 27 Januari 2026.
Lebih lanjut Fernando mengungkapkan bahwa pelibatan berbagai elemen masyarakat dalam implementasi MBG merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang yang telah dirumuskan sejak awal oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak bangsa, tetapi juga untuk memperkuat fondasi pembangunan manusia sebagai modal utama menuju Indonesia Emas.
Sedangkan Perwakilan Aliansi Yayasan MBG Nusantara, Yudhi Ramadhan menjelaskan bahwa substansi utama MoU berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah mendorong relawan dapur SPPG untuk memiliki sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna menjamin mutu dan keamanan makanan bagi penerima manfaat MBG.
Adapun yayasan yang menandatangani MoU tersebut meliputi Yayasan Kartika Chandra Triguna Sejahtera, Yayasan Binar Bersama Hirasma, Yayasan Surya Jaga Pangan Nusantara, Yayasan Mulia Bhumi Gardatama, Yayasan Telaga Kasih Nusantara, Yayasan Suara Anak Negeri, Yayasan Berkah Sugih Rezeki, dan Yayasan Cipta Nawasena Bangsa.
BERITA TERKAIT: