"Kuota dasar untuk tahun ini adalah 38.724 orang, hampir sama dengan tahun lalu yang memang mencapai lebih dari 40 ribu," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar, Boy Hari Novian, saat ditemui
RMOLJabar di kantornya, Jalan Sudirman, Bandung, Jumat, 3 Januari 2025.
Boy menjelaskan, untuk klasifikasi jenis kelamin, calon jemaah haji pria lebih dominan dengan persentase 55,3 persen, sedangkan wanita 45,7 persen.
"Dan calon jemaah haji tertua (berusia) 108 tahun dari Bekasi, sementara termuda berusia 18 tahun dari Indramayu," tuturnya.
Terkait dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024, Boy menyatakan Kanwil Kemenag Jabar belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sebab, pembahasan mengenai Bipih masih dilakukan Kementerian Agama RI bersama Komisi VIII DPR RI. Dan keputusan final akan diambil pada 10 Januari 2025.
"Biasanya, setelah keputusan diambil, akan ada peraturan turunan yang mengikutinya," ujarnya.
Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025, yang diperkirakan sebesar Rp93.389.684. Sementara nilai manfaat yang dikeluarkan BPKH sebesar Rp28.016.905,5.
Dengan demikian, Bipih yang akan dibebankan kepada jemaah sebesar 70 persen dari total BPIH, yakni Rp65.372.779,49. Namun, angka tersebut masih merupakan usulan Kemenag dan masih akan dibahas dan diputuskan dalam rapat kesepakatan bersama DPR RI.
BERITA TERKAIT: