"Tahun ini kita bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan mengangkat Ajaran Samin dari Sedulur Sikep yang ternyata masih relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi kompleksitas tantangan global seperti perubahan iklim dan konflik sosial," kata Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi dalam keterangannya, Minggu (7/7).
Rangkaian FBS 2024 akan dibuka dengan Gelar Seni Pertunjukan Rakyat (Gesper) di Alun-Alun Kabupaten Blora. Gesper yang terbuka untuk umum ini akan menampilkan tayub/ledek barangan, wayang krucil, barongan lodra dan jedoran, empat bentuk kesenian yang lekat dengan budaya spiritual masyarakat Blora.
Kurator FBS 2024 Eggy Yunaedy menyebutkan bahwa Saraschan dan Rembug Sedulur Sikep ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Temu Ageng Sedulur Sikep yang digelar oleh Kemendikbudristek dan Pemkab Blora pada 2019.
Saat itu sekitar 300 penganut ajaran Samin Surosentika berkumpul di Pendopo Sedulur Sikep Blimbing, Kabupaten Blora. Mereka datang dari berbagai wilayah seperti Kudus, Pati, Rembang, Bojonegoro, dan Blora.
"Forum tersebut diselenggarakan untuk merekatkan silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi tatkala ada ajaran-ajaran yang berbeda di tiap wilayah," kata Eggy.
Gunretno, salah satu tokoh Sedulur Sikep menambahkan, Rembug Sedulur Sikep yang merupakan salah satu rangkaian FBS 2024 ini adalah ajang silaturahmi bagi para Sedulur Sikep, penganut Ajaran Samin yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.
"Silaturahmi sedulur ini penting. Ini momen penting untuk merawat kembali ajaran MbahSuro. Kami memegang teguh ajaran tidak menggunakan kekerasan untuk menunjukkan protes," kata Gunretno.
Dalam FBS 2024 ini juga akan digelar sarasehan nilai budaya Sedulur Sikepyang mengangkat tema "Laku Sikep dan Relevansinya di Era Kekinian" di Pendopo Kabupaten Blora pada 9 Juli 2024.
Direktur KMA Sjamsul Hadi hadir sebagai pembicara kunci didampingi dengan pembicara lainnya seperti budayawan Romo Sindhunata, Amrih Widodo, peneliti dan akademisi dari Australian National University (ANU) yang telah banyak melakukan penelitian tentang Samin, serta dua remaja Sedulur Sikep yakni Bagus Widiantodan Anggit Pratiwi.
BERITA TERKAIT: