Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Kasus TBC di Jakarta Masih Tinggi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Kamis, 09 Mei 2024, 02:37 WIB
Kasus TBC di Jakarta Masih Tinggi
Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono/Ist
rmol news logo Untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam mencegah Tuberkulosis, sekaligus memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS), Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono mencanangkan Kampung Siaga Tuberkulosis (TBC) di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat.

"TBC ini adalah penyakit yang saya sebut seperti kapal selam. Dia diam, tidak ada suara, terus maju menularkan masyarakat Jakarta," kata Heru dalam keterangannya, Rabu (8/5).

Menurut Heru, upaya untuk menekan kasus TBC merupakan prioritas Pemprov DKI  Jakarta. Bahkan, Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mengatur agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan untuk menanggulangi penyebaran TBC di Jakarta.

"Dalam UU DKJ ini, sekitar lima persen anggaran harus dialokasikan ke kelurahan, makanya ini bisa untuk program menuntaskan TBC," kata Heru.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menambahkan, Kampung Siaga TBC akan dibuka di 267 RW yang akan dibangun mulai hari ini hingga September 2024.

Ani melanjutkan, pada 2023 di Jakarta ditemukan 60.420 kasus TBC baru, 16 persen di antaranya atau sebanyak 9.684 merupakan pasien anak.

Dari seluruh penderita TBC baru tiap tahunnya, ternyata 14 persen di antaranya belum menjalani pengobatan dengan alasan tidak percaya bahwa dirinya menderita TBC atau takut diberhentikan dari pekerjaan atau dikucilkan masyarakat.

Padahal pengobatan TBC telah diberikan secara gratis. Hal ini ditambah lagi dengan masih adanya pasien yang putus berobat sebanyak 14 persen.rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA