Selain siswa sekolah, juga ada mahasiswa dan guru-guru dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang mengikuti aksi tersebut. Mereka berorasi secara bergantian di hadapan aparat kepolisan dan Satpol PP.
Diwartakan
Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (13/12), dalam aksi tersebut, peserta unjuk rasa juga turut membawa spanduk hingga piagam penghargaan seperti piala dan medali. Peserta unjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pendidikan di Aceh.
Di antaranya, menolak praktik jahat yang membangun narasi tanpa didukung data dengan maksud mendiskreditkan pendidikan Aceh. Juga menolak politisasi pendidikan Aceh untuk kepentingan pragmatisme dengan mengabaikan pencapaian pendidikan Aceh.
Selanjutnya, menolak segala upaya pengabaian atas hasil karya, prestasi, dan pencapaian guru dan tenaga kependididikan di Aceh. Mereka juga menuntut pemerintah atas kesamaan hak terkait dana pendidikan, mulai jenjang SD/MIN, SMP/MTSN, dan SMA/MAN.
Kemudian memfasilitasi ruang dan kebebasan bagi seluruh peserta didik dalam melakukan aktualisasi diri dan peningkatan prestasi.
Terakhir, mendesak Kapolda Aceh menuntaskan pengusutan dugaan korupsi Wastafel APBA 2020, serta mengusut tuntas para pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
BERITA TERKAIT: