Begitu dikatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Miftachul Akhyar usai mengukuhkan Pengurus MUI Lampung, Rabu (23/2).
Dikatakan Miftachul, ada kemungkinan shalat yang dilakukan selama ini tidak memenuhi ketentuan dan kekhusyukan. Sehingga beberapa tahun belakangan menjadi musibah bangsa seperti Covid-19.
"Isro Miraj tidak terlepas dari kewajiban shalat, mari shalat kita benarkan. Kita luruskan," kata Miftachul dikutip
Kantor Berita RMOLLampung.
Lanjutnya, momentum Isra Miraj juga bisa dimanfaatkan umat Islam untuk memaknai kesadaran tentang shalat. Yang mana, Allah memerintahkan umat Islam melakukan shalat sebanyak 50 kali, namun Rasulullah memohon kepada Allah untuk mengurangi perintah shalat hingga menjadi 5 waktu.
"Isro Miraj ini juga sebagai sebuah kembalinya kita. Kesadaran untuk melakukan shalat 5 waktu," ujarnya.
Adapun peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 28 Februari 2022 atau 27 Rajab.
BERITA TERKAIT: