Sehingga Kemendikbud merasa perlu melakukan deklarasi komitmen dari para pejabat tinggi unit utama untuk mendorong penyelenggaraan kearsipan di lingkungannya melalui pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).
Dihadiri 8 dari 9 pejabat eselon I melalui daring dan pejabat di bawahnya secara tatap muka di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (15/12), pencanangan GNSTA ini juga diiringi penyerahan arsip statis Kemendikbud kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang secara simbolis dilakukan antara Sesjen Kemendikbud, Ainun Naim, dengan Plt Kepala ANRI.
"Momentum ini akan kita jadikan komitmen bersama untuk sadar dan tertib dalam mengelola arsip yang tercipta di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," buka Ainun Naim dalam sambutannya melalui konferensi video, Selasa (15/12).
"Dan untuk memastikan implementasi GNSTA, Kemendikbud akan melakukan evaluasi penyelenggaraan kearsipan secara berkala," tambah Ainun.
Nah, agar penyelenggaraan kearsipan dapat terwujud secara maksimal, perlu dukungan terhadap 6 aspek. Di antaranya kebijakan, organisasi, sumber daya manusia, prasarana dan sarana, teknis pengelolaan arsip, serta pendanaan kearsipan.
Plt Kepala ANRI, M Taufik, yang hadir secara daring, mengapresiasi langkah-langkah sistematis dan terukur yang telah dilakukan Kemendikbud dalam upaya melakukan pembenahan dan penataan kearsipan sebagai wujud pelaksanaan reformasi birokrasi internal menuju 'World Class Government'.
"Semoga arsip bidang pendidikan dan kebudayaan yang tercipta dapat diselamatkan dan dijaga sebagai memori kolektif bangsa dan sumber informasi bagi generasi penerus bangsa," harap Taufik.
BERITA TERKAIT: