Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menjelaskan, longsor terjadi sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda, yaitu pada Senin (30/11) dan Kamis (3/12).
Bencana tersebut tidak memakan korban jiwa, namun merusak rumah warga dan menutup akses jalan provinsi yang menghubungkan Pangalengan Kabupaten bandung dengan Rancabuaya Caringin Kabupaten Garut.
"Kejadian hari Senin longsor menimpa jalan. Kemudian hari Kamis longsor menimpa rumah warga," terang Agus saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/12).
Saat ini, Agus memastikan warga yang rumahnya tertimbun longsor sudah dievakuasi ke tempat yang aman.
Sementara, penanganan tengah dilakukan pihak BPBD bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi.
"Sekarang penanganan sedang dilakukan Forkopimcam dan warga diungsikan di tempat yang aman. Sekarang PUPR sedang penanganan jalan," ungkap Agus.
Adapun, jumlah rumah yang tertimbun longsor tersebut sebanyak 7 rumah namun belim bisa ditaksir kerugiannya. Kini, seluruh keluarga yang terdampak sudah dilakukan evakuasi di tempat pengungsian.
"Ada 7 rumah yang tertimbun. Tapi yang potensi terancam banyak. Dan kerusakannya ada yang berat. Tapi masih dalam ranah assesment," bebernya.
Lebih lanjut, Agus menghimbau kepada warga sekitar Kecamatan Talegong, khususnya yang pemukimannya berdekatan dengan area longsoran untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Dihimbau agar warga bisa siap siaga, ditingkatkan kesiapsiagannya untuk menghadapi musim penghujan ini," pungkas Agus.
BERITA TERKAIT: