WNA Banglades itu yang merupakan bagian dari jemaah syiar dan iktikaf. Pengakuan itu disampaikan Camat Menes, Ubaidilah.
Ubaidilah mengaku, kaget saat mendengar ada lima WNA Banglades yang sudah hampir sepuluh hari berada di salah satu desa di Kecamatan Menes dan gencar melakukan kegiatan syiar dan iktikaf padahal dua WNA nya terdeteksi positif corona hasil rapid test.
"Ya, boleh dibilang seperti itu (kecolongan)," ujar Ubaidillah dilansir dari
Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (16/4).
Ubaidilah berdalih jika kelalaian itu karena kedatangan kelima WNA itu pada malam hari pada 30 maret 2020 lalu. Sehingga tidak terdeteksi oleh aparat desa sekitar.
"Selain itu, keberadaan majelis juga jauh dari masyarakat, makanya ketika saya mendapatkan kabar, saya kaget dan langsung melakukan investigasi ke lapangan dengan Pak Danramil," kilahnya.
Menurutnya, Muspika Menes telah memberikan imbauan kepada para WNA itu agar melakukan karantina mandiri sambil menunggu tenaga medis untuk melakukan rapid test.
Karena saat menyambangi WNA tersebut, pihak Muspika tidak didampingi pihak Puskesmas Menes.
"Muspika sudah berusaha mencegahnya, untuk jangan kemana mana dulu. Takut menularkan wabah karena kita tidak tau wabah corona ini apakah kita yang tertular apa yang menularkan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: