Diketahui, gunung Anak Krakatau erupsi sekitar pukul 23.29 WIB Jumat (10/4).
Agung Fadilah (22) warga Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang mengatakan, dia tidak mendengar gelegar suara dentuman yang diduga berasal erupsi gunung Anak Krakatau.
"Enggak ada suara apa-apa (dentuman) di sini," kata Agung Fadilah saat dikonfirmasi
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Sabtu (11/4).
Hal senada juga disampaikan Yenny Farida (23) warga Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten.
Ia mengatakan, tidak mendengar suara gelegar bahkan dentuman pasca mengetahui Anak Krakatau erupsi.
"Gak ada, gak denger (suara gelegar erupsi). Di sini sepi," ujar Yenny.
Sekadar informasi, gelegar suara dentuman turut dirasakan oleh warga yang berada di wilayah Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok hingga Bogor. Namun, hal itu dipastikan bukan terkait erupsi gunung Anak Krakatau.
"Bukan. Bukan (dari erupsi Anak Krakatau). Karena tipe letusannya miskin akan gas (lebih ke sifat aliran) dan relatif letusan kecil," ujar Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Sabtu (11/4).
Hendra menyatakan, dirinya telah mengkonfirmasi Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasaran Carita, Pandeglang, Banten bahwa efek erupsi terlampau kecil dan tidak terdengar dentuman.
"Saya sudah konfirmasi ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran-Carita, sejak malam hingga saat ini tidak terdengar suara letusan," tandasnya.
BERITA TERKAIT: