Menurut Pepen, pengumpulan massa di Stadion Patriot pada Rabu (25/3) kemarin merupakan hanya latihan bagi tenaga medis sebelum terjun ke lapangan melakukan rapid test terhadap orang dalam pemantauan (ODP).
"Saya jelaskan kemarin ada dokter (berinisial) W yang teriak-teriak, loh kemarin itu kan kita lagi latihan," ucap Pepen kepada wartawan di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Kamis (26/3).
Karena kata Pepen, jika tidak dilakukan simulasi atau pelatihan maka pelaksanaan rapid test terhadap ODP tidak akan berlangsung.
"Kan
drive thru itu belum diputuskan, itu gagasan kita, sekarang kalau nggak kita putuskan simulasi antara tim analis yang ngambil darah dengan kesehatan kan enggak mungkin bisa dilakukan," katanya.
Saat disindir arahan dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan
social distancing atau
pyshical distancing, Pepen beralasan pelaksanaan pada kemarin dilakukan dengan tetap menjaga jarak.
"Tapi itu kan jaraknya semeter-semeter saya bikin, kalau pagi mereka masih bergerombol mungkin karena instruksinya belum terlalu tepat. Setelah itu kan nyaman, enak," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang dokter berinisial W yang berdinas di salah satu RS swasta di Kota Bekasi mengaku kecewa dengan niat baik yang dilakukan Pemkot Bekasi. Namun, cara yang dilakukan salah lantaran malah mengumpulkan massa.
Apalagi sebanyak 365 tenaga medis yang akan terjun ke lapangan dikumpulkan disatu tempat yang berpotensi besar akan menyebarkan virus corona lebih cepat jika salah satu petugas medis ternyata positif Covid-19.
BERITA TERKAIT: