“Karena laporan dari daerah, banyak kehabisan masker. Sehingga dikhawatirkan justru saat orang sakit atau petugas kesehatan membutuhkan, tidak ada stoknya. Sudah saya sampaikan dan kita edukasi bahwa masker hanya untuk orang yang sakit,†ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (5/3).
“Nah, tadi Pak Wakapolda sudah siap melaksanakan. Polisi akan melaksanakan tindakan untuk memastikan isu penimbunan-penimbunan itu tidak terjadi di Jawa Barat,†tambahnya.
Emil menegaskan, saat ini seluruh pihak terkait di Jawa Barat tengah menguatkan arahan dari pemerintah pusat agar sumber informasi terkait Covid-19 datang dari lembaga yang kredibel.
Menurutnya, crisis center Covid-19 Dinas Kesehatan Jabar yang kini dinamai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) sudah melayani 63 sambungan telepon sejak dibuka pada Selasa (3/3) sampai Rabu (4/3).
Sementara Emergency Kesehatan 119 melayani 225 sambungan telepon. “Pak Sekda diminta untuk melakukan
update harian sebagai ketua harian dari Pikobar itu,†imbuhnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.Emil menyebut Jawa Barat pun sudah menetapkan status Siaga 1 Covid-19 didasarkan pada banyaknya laporan masuk dari kabupaten/kota terkait virus Corona yang berasal dari Wuhan, China tersebut.
“Lokusnya banyak di Jakarta tapi warganya ada di Jawa Barat. Setiap hari ada laporan yang harus kami konfirmasi, Cirebon melaporkan, Cianjur kemarin melaporkan, Sukabumi juga melaporkan, Kota Bandung melaporkan. Ini kan harus dikelola oleh sebuah sistem,†tuturnya.
“Jadi, artinya kenapa posisi siaga, itu karena jumlah laporan-laporan dari daerah makin banyak,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: