Calon tidak harus orang yang terbebas dari praktik kotor korupsi, baik masa lalu, saat ini dan kedepannya.
Begitu kata Koordinator Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh, Askhalani kepada wartawan, Rabu (4/3).
"Yang paling penting adalah tokoh Golkar harus antikorupsi. Tokoh partai yang menjadi patron dan figur itu bukan mantan narapidana,†terangnya.
Partai Golkar Aceh, sambungnya, harus menjadi pionir dalam membangun demokrasi di provinsi paling barat Indonesia tersebut.
Sebagai partai lama dan memiliki pengikut banyak, Golkar juga harus bisa memilih pemimpin yang memiliki relasi politik luas, maulai dari pemerintah, masyarakat sipil serta pihak lainnya.
"Berkaca selama ini, figur seperti itu belum terlihat," ujarnya.
Sementara berbicara mengenai otonomi khusus (otsus), Askhalani juga memerlukan orang-orang yang mampu membangun relasi dengan nasional, serta mempunyai militansi untuk kepentingan Aceh. Bukan demi segelintir orang, dan politik personal dengan pemerintah.
"Golkar Aceh ini perlu mencari orang terbaik, karena golkar sebagai salah satu pintu masuk memperjuangkan kepentingan Aceh di nasional kedepannya," pungkas Askhalani.