Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan mengajak kepada warga kota belimbing ini untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus dari Wuhan, China ini.
"Mari kita gerakan seluruh warga Depok agar hati-hati dan tetap menerapkan hidup bersih dan sehat," ujar Roy Pangharapan kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/3).
Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah kota dan pemerintah pusat untuk tidak dilebeli buruk dalam bentuk apapun.
Sebab, kasus yang menjangkit MD (64) dan NT (31) yang merupakan warga Perum Studio Alam Indah, A. 2/9, Depok, adalah musibah yang tak pernah diduga.
"Kota Depok tidak perlu di isolasi. Jangan biarkan Virus Corona menghancurkan perekonomian kita, insyaallah pemerintah pusat dan daerah didukung rakyat Depok, pasti bisa mengatasi semua ini," pungkas Roy Pangharapan.
Adapun untuk korban virus corona di Depok ini sebanyak dua orang. Mereka, MD (64) san NT (31), terjangkit virus karena melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia.
Mulanya hanya NT yang melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang di klab dansa di Paloma, Jakarta, Sabtu (14/2).
Tujuan pertemuan Warga Jepang dengan NT ialah untuk melakukan latihan dansa. Karena NT merupakan guru dansa, sementara Warga Negara Jepang adalah muridnya.
Namun sayangnya, WN Jepang ini sudah tertular virus corona Covid-19, yang akhirnya membawanya ke Indonesia lewat NT, dan kemudian ibunya MD juga ikut terinfeksi.
BERITA TERKAIT: