Kendati begitu, pengecekan paparan kepada tanaman dan binatang masih belum menjadi prioritas. Mengingat, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan, Heru Umbara, mengatakan proses
clean up tanah yang terpapar pun belum selesai.
"Tanaman yang tumbuh di sini, terutama tanaman-tanaman yang menghasilkan buah akan kita teliti. Kita akan lakukan pengembangan, pengukurannya sudah ada," ujar Heru kepada wartawan saat ditemui di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (18/2).
Selain tumbuhan, binatang juga akan diperiksa karena ada banyak laporan yang mengatakan banyak ayam yang kerap keluar masuk lokasi, bahkan ketika proses clean up masih berlangsung.
Kendati begitu, Heru menjelaskan, kemungkinan paparan yang akan lebih besar bisa muncul di tanaman karena lokasinya yang tidak berpindah-pindah.
"Jadi penerimaan dosis dari tanaman dan manusia, itu yang parah tanaman. Kasian, karena dia selalu disitu. Kalau ayam tuh kadang-kadang kesana kalau ada makanan, kalau gak ada makanan ya dia pergi," jelasnya.
Namun, proses pengecekan sendiri kemungkinan akan dilakukan setelah proses
clean up selesai.
"Yang prioritas sekarang adalah mengambil adanya sumber atau radioaktif yang masih tertinggal di tanah," tutur Heru.
"Kalau sudah bersih, itu menjadi tugas kita juga untuk melakukan remediasi yang saya katakan, termasuk nanti pengukuran-pengukuran itu (paparan radiasi pada tanaman dan binatang)," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: