Pengehentian ini dilakukan lantaran kondisi cuaca yang hujan sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan penyebaran kontaminasi.
"Dengan kondisi hujan seperti ini yang ada malah cross kontaminasi. Nanti orang yang jalan kena tanah atau air malah ganggu, atau merusak," ujar Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara di lokasi, Minggu (16/2).
Selain itu, kondisi lapangan yang penuh dengan tanah juga akan mempersulit proses pengerukan. Meski demikian, ia memastikan kondisi akan tetap man meski diguyur hujan.
"Aman. Tapi memang kami minta ditutup pakai terpal," katanya.
Proses
clean up sendiri akan kembali dilanjutkan Senin besok pada pukul 09.00 WIB.
BERITA TERKAIT: