Tak hanya itu, banjir yang merendam rumah warga hingga setinggi tiga meter tersebut membuat banyak barang berharga rusak.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, kerugian mencapai triliunan rupiah. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 13 Kecamatan yang dilanda banjir.
"Jumlah kerugian akibat bencana banjir sejak awal tahun mencapai Rp 1,3 Triliun kalau dihitung dari 13 kecamatan yang terdampak banjir," ujar Arief dilansir dari
Kantor Berita RMOLBanten, Jumat (7/2).
Selain itu, banjir tersebut juga bertahan hampir satu pekan menggenangi Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Meski demikian, Arief memastikan belum ada dampak untuk iklim investasi di Kota Tangerang.
"Sebenarnya untuk iklim investasi belum ada dampaknya terkait banjir sampai saat ini. Kalau dampak ekonomi belum dirasakan di banjir kali ini," kata Arief.
Arief meyakinkan kalau banjir yang masih menggenangi beberapa titik bisa surut paling lambat pada akhir pekan ini.
Pasalnya, saat ini dari 18 titik banjir yang sebelumnya menggenangi Kota Tangerang sudah mulai berkurang yakni hanya tersisa enam titik.
"Sekarang tinggal di wilayah Total Persada, Mutiara Pluit, Periuk Damai, terus Alamanda, Garden City, dan Purati, jadi ada enam titik, mudah-mudahan air surut paling cepat besok, paling lambat minggu juga sudah bisa surut," pungkas Arief.
BERITA TERKAIT: