Seperti Rony, bersama tiga orang kawannya; Botel, Sugi, dan Acho. Empat serangkai ini tahu betul bagaimana memanfaatkan musibah menjadi berkah yakni dengan menjadi ojek gerobak.
Kebetulan, usai hujan deras mengguyur sejak Selasa (31/12) hingga Rabu pagi tadi (1/1) menyebabkan Jalan Raya Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang lumpuh. Salah satu akses jalan yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat itu tergenang banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Lumayan panjang rendaman bajir yang memenuhi Jalan Raden Saleh, sekitar 500 meter mulai dari Gerai Mc Donal hingga Komplek Kejaksaan, Karang Tengah.
Rony dan tiga kawanya mamatok tarif Rp 150 ribu untuk motor matic besar berikut pengendara jika ingin ditarik melintasi banjir memakai gerobak. Rp 100 ribu hanya untuk motornya saja.
“Banjir, alhamdulillah,†kata Sugi yang pakaianya sudah basah.
“Dari jam 10.00, sudah Rp 1 juta lebih kayanya,†timpal Rony.
Meski pesaing mereka sesama ojek gerobak lumayan banyak, dirinya tak khawatir. Pasalnya, jalan Raden Saleh merupakan satu-satunya jalan dari Tangerang jika ingin Ke Jakarta maupun sebaliknya. Kalaupun tak mau melewati jalan ini pengendara harus memutar cukup jauh itupun belum tentu jalan lain tak terkena banjir.
“Kalau orang mau ke Ciledug, pasti mau, karena jika mutar jauh lagi ke Cengkareng (Jakarta Barat),†kata Rony.
Banjir di Jalan Raden Saleh disebabkan anak kali Pesanggarahan yang meluap. Luapannya tidak hanya mengakibatkan akses jalan Raden Saleh terputus.
Komplek Departemen Dalam Negeri, Karang Mulya juga ikut terendam. Bahkan, perumahan elite Metro Permata 2 juga ikut terendam dengan tinggi air mencapai dada orang dewasa.