Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo menyatakan keenam desa yang terendam banjir sejak Selasa (31/12) pukul 20.00 WIB.
Beberapa desa itu diantaranya; Desa Tanjung Agung sebanyak 13 rumah, Desa Pagar Agung sebanyak 40 rumah, Desa Talang Tinggi sebanyak 45 rumah, Desa Lubuk sebanyak 35 rumah, Desa Talang Dantuk sebanyak 11 rumah dan Desa Lubuk Lahan sebanyak 5 rumah.
"Selain merendam rumah, banjir juga mengakibatkan jalan raya yang menghubungkan Bengkulu dan Manna terputus karena tergenang air," demikian kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12).
Agus menjelaskan, hasil laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seluma, ada dua warga berstatus suami dan istri yang sempat terseret arus banjir, akan tetapi keduanya berhasil diselamatkan.
Sampai saat ini, pemerintah belum bisa memastikan nilai kerugian dari banjir tersebut, karena masih dalam proses pendataan.
"Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Seluma, Polres Kabupaten Seluma dan dibantu masyarakat setempat telah melakukan pemetaan lebih lanjut dan memberikan pertolongan kepada warga," masih dalam keterangan tertulis Agus.
Agus juga mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang dapat berpotensi menjadi bencana.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu masih berpotensi hujan lebat dengan suhu 23 derajat celcius, tingkat kelembaban 95 persen dan kecepatan angin berkisar 10 km/jam mengarah ke timur laut.
BERITA TERKAIT: