Di satu sisi, Ketua Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik menyebut perlu ada evaluasi mendalam agar masalah wagub bisa segera selesai. Kajian itu, sambungnya, melingkupi masalah figur yang diajukan Fraksi PKS, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
"Apa figurnya yang kurang menarik, kurang dipahami, atau komunikasinya. Jadi dua hal ini yang saya ajak diskusi dengan PKS, " ujarnya saat ditemui di Binakarna Room, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (24/10).
Wakil ketua DPRD DKI itu turut meminta PKS lebih agresif. Sebab, sekalipun Gerindra dan PKS adalah pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017, PKS merupakan pihak yang mengajukan nama.
"Kita kan sudah tanda tangan. Seharusnya dia yang lebih agresif dari kami. Masak kami yang disuruh agresif. Tidak fair," tegasnya.
Maksud agresif adalah dengan menjalin komunikasi secara intens dengan anggota DPRD lain. PKS harus melancarkan lobi-lobi agar proses pembahasan bisa berjalan lanjar.
“DPRD unsurnya banyak. Ya komunikasi lah dengan semua unsur itu. Kalau duduk-duduk saja ya mana bisa," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: