"Untuk wilayah DKI Jakarta ini indeks kerawanan pemilunya skornya masih kategori potensi cukup rawan, belum masuk rawan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat (29/3).
Kendati skornya masih kategori cukup rawan, namun hal itu bersifat dinamis dan masih bisa kemungkinan statusnya naik menjelang hari pencoblosan 17 April nanti.
"Perubahan-perubahan seperti itu dihitung kembali maka terjadilah seperti ini. Nanti jelang masa tenang dan hari H akan didata kembali," terang Brigjen Dedi.
Masa kampanye terbuka saat ini, Polri telah melakukan pemetaan, yang tadinya Provinsi Papua baik tingkat kabupaten maupun kota menempati ranking pertama daerah yang paling rawan, kini berubah.
Kota Tangerang Selatan, Banten menempati rangking pertama daerah yang paling rawan saat kampanye terbuka. Di posisi kedua, Jakarta Utara, diikuti Pidie Raya (Aceh), Banggai, Donggala (Sulteng), Jakarta Barat, Mentawai, Tanah Datar (Sumbar), Jakarta Timur dan Yogyakarta.
"Kalau yang kemarin Jakarta hampir enggak ada, sekarang didominasi justru di wilayah Jakarta kerawanan itu," demikian Brigjen Dedi.
BERITA TERKAIT: