Dalam masa pra Pemilu ini, fenomena
hoax kian menjamur tidak hanya di lingkungan masyarakat, namun juga di media-media pemberitaan.
"Masyarakat kesulitan untuk melihat fakta di balik pemberitaan yang disuguhkan," kata Pimpinan Umum Orange Media, Rehanita Wibisono di Jakarta, Senin (25/3).
Untuk itulah, lanjut Rehanita, Orange Media sebagai media kampus di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menginisiasi diskusi publik bertajuk 'Optimalisasi Peran Media Massa dalam Menyikapi Golput dan Hoax 2019 yang direncanakan besok (Selasa, 26/3) di Gedung Pusdiklat Kemkominfo, Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Diskusi ini menghadirkan para pembicara yaitu Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri; Plt. Kepala Bagian Kemenkominfo, Daoni Diani Hutabarat, Asisten Redaktur Pelaksana Koran Jakarta, Suradi serta pengamat komunikasi politik, Ghazaly Ama La Nora.
Rehanita melanjutkan, media massa tentunya memiliki peranan penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin negara Indonesia selanjutnya. Dalam hal ini, media massa menjadi saluran sekaligus penyuplai informasi yang berkaitan dunia politik.
"Maraknya hoax menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap tokoh-tokoh politik. Hal ini memiliki efek yang cukup besar bagi masyarakat. Tak jarang didapati golongan masyarakat yang akhirnya memilih untuk tidak memilih atau biasa disebut dengan golput," ujarnya.
Ia berharap diskusi tersebut bisa bermanfaat mengajak anak-anak muda untuk tidak golput dan gampang mempercayai informasi yang beredar.
BERITA TERKAIT: