Setelah 4 Hari Nginap Di Depan Istana, Warga Aksi SP-AMT Diminta Gulung Tenda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 15 Januari 2019, 13:01 WIB
Setelah 4 Hari Nginap Di Depan Istana,  Warga Aksi SP-AMT Diminta  Gulung Tenda
Aksi di depan Istana/RMOL
RMOL. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sempat mendatangi dan meminta kepada warga aksi Serikat Pekerja-Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina yang sudah bertahan di Taman Pandang komplek Monas selama empat hari untuk segera menurunkan tenda.

Padahal sejak hari pertama digelarnya unjuk rasa empat hari lalu, tak pernah ada petugas Satpol PP yang ditugaskan mengawal warga korban PHK Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin.

"Dalihnya karena ada giat unjuk rasa juga di Taman Pandang yang dilaksanakan oleh komunitas Ojek Online, jadi demi menciptakan kondisi yang kondusif agar tenda tidak didirikan," kata perwakilan aksi Heri Sugiri kepada Kantor Berita Politik RMOL.Co, Selasa (15/1).

Heri menambahkan, sejak menggelar aksi para pekerja SP-AMT biasanya dijaga oleh pihak kepolisian. Namun, kali ini pihak Satpol PP juga turun tangan langsung mengamankan aksi.

"Barangkali takut aksi ojek online disini juga meniru kali ikut (pasang) tenda ini," jelasnya.

Aksi SP-AMT menyuarakan empat tuntutan: Pertama, menuntut pembayaran upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota Sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK.

Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, menuntut agar korban PHK sepihak diangkat sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan.

Keempat, menuntut pembayaran hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundangundangan yang berlaku. [hta]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA