Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkomitmen untuk memperkuat pemantauan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.
Demikian disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantornya, Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (24/12).
Mantan gurubesar UGM itu menuturkan, sejarah mencatat Gunung Krakatau sudah tiga kali "mengamuk" dan telah menyebabkan tsunami, yakni tahun 400-an, tahun 1833 dan tahun 1927. Tsunami tersebut dipicu akibat erupsi gunung api.
BMKG terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM untuk memperkuat peringatan dini tsunami.
"Kami segera berupaya untuk ikut mendukung mengakses data-data tersebut agar bisa memperkuat peringatan dini tsunami akibat dari erupsi gunung yang ada dibawah laut," kata Dwikorita Karnawati.
Tetapi, lanjut dia, BMKG bukanlah pihak utama terkait peringatan dini tsunami yang disebabkan erupsi gunung, melainkan pihak PVMBG.
"Namun kami ikut membantu apabila ada info tentang gempa vulkanik, kami rekam dan bisa beri bantu informasi peringatan dini," demikian Dwikorita Karnawati.
[rus]