BMKG Akui Tidak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Senin, 24 Desember 2018, 08:16 WIB
BMKG Akui Tidak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda
Tiar Prasetya
rmol news logo Tsunami menerjang kawasan pesisir pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu malam (22/12) lalu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakui tidak mengeluarkan peringatan dini untuk kejadian tsunami di Banten dan Lampung.

"Kenapa tidak ada peringatan? Kami biasanya hanya di sesmik. Kebetulan malam, memang tidak ada warning, secara BMKG enggak ada gempa yang terjadi," ujar Ketua Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Tiar Prasetya di kantornya, Jakarta, Minggu malam (23/12).

Meski tidak ada peringatan dini tsunami, menurut Tiar, BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di Selat Sunda. Peringatan itu berlaku mulai 21 Desember hingga 25 Desember 2018.

"Sejak 22-25 Desember masih berlaku peringatan cuaca buruk dan waspada gelombang tinggi di Selat Sunda," jelasnya.

Tiar menyebut tsunami yang melanda perairan Selat Sunda sebagai peristiwa alam unik. Jika dirunut, kata dia, erupsi Gunung Anak Krakatau sudah terjadi dari bulan Juni lalu.

"Cuma meletusnya itu menimbulkan longsoran dan akhirnya terjadi tsunami, kebetulan laut itu gelombangnya lagi tinggi-tingginya, kan unik tiga-tiganya kalau nggak ada ya nggak bisa. Letusan, longsor, tsunami, gelombangnya lagi tinggi," tuturnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA