Pedagang Desak Risma Keluarkan Izin Operasional Pengelolaan Pasar Turi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 26 Agustus 2018, 03:43 WIB
Pedagang Desak Risma Keluarkan Izin Operasional Pengelolaan Pasar Turi
Ilustrasi Pasar Turi Baru Surabaya/Net
rmol news logo Para pedagang Pasar Turi Baru Surabaya meradang karena kisruh izin operasional yang tak kunjung berakhir.

Kisruh tersebut seakan membuat pusat grosir di Jawa Timur itu mati suri.

Salah satu pedagang di Pasar Turi Baru, Ita Sulistiani mengatakan, yang merasakan dampak dari keadaan tersebut sesungguhnya bukan hanya pedagang, tapi juga masyarakat Kota Surabaya pada umumnya.

"Yang dirugikan ini bukan kami saja, ekonomi Jatim dan ekonomi Surabaya sebenarnya. Nggak ada hubungannya sama investor," tegasnya kepada wartawan, Sabtu (25/8).

Perlu diketahui, sebelum terjadinya kebakaran beberapa waktu lalu, perputaran uang di Pasar Turi mencapai Rp15 sampai Rp20 miliar per hari. Namun perputaran uang sebanyak itu sudah tidak terjadi lagi.

Ita menyatakan hal itu karena kondisi gedung baru yang masih sepi pengunjung. Nah, sepinya pengunjung di gedung baru tidak sedikit pedagang yang masih berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) yang letaknya tepata di depan gedung Pasar Turi yang baru.

"TPS nggak dibongkar, bagaimana yang disini mau ramai," sesalnya.

Makanya, Ita pun meminta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk bersikap arif dalam menyikapi masalah tersebut.

"Tolong Bu Risma bijak melihat persoalan ini," pintanya.

Jika TPS itu tidak segera dibongkar, Ita menekankan bahwa Pemkot Surabaya sebenarnya sudah tidak lagi berpihak pada ekonomi masyarakat. Buktinya, tempat yang sedianya jadi pusat ekonomi masyarakat malah kian sepi pengunjung.

Parahnya lagi, lanjut Ita, alih-alih berusaha membuat gedung Pasar Turi yang baru menjadi ramai pengunjung, izin pengelolaan pasar pun hingga sekarang belum dikeluarkan oleh Pemkot.

"Keluarkan izin pasar ini. Agar dikelola maksimal," desaknya.

Sejauh ini total jumlah stan di Pasar Turi Baru yang sudah selesai dibangun sebanyak 6.400 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 4.500 unit kios telah terjual ke para pedagang. Rinciannya 3.600 unit ke pedagang lama dan 900 unit pedagang baru.

Pembangunannya sendiri sudah rampung sejak tahun 2014. Adapun serah terima kios pun berlangsung sejak Desember 2014 sampai awal 2015 lalu. [nes]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA