Bangunan yang menghabiskan dana sekitar Rp655 miliar ini selesai dibangun setelah 23 bulan digarap. Ada yang menarik, kayu yang digunakan untuk membangun lintasan balap sepeda ini berasal dari kayu negara Serbia. JIV sendiri memiliki lintasan sepanjang 250 meter dengan lebar 7 meter.
Adapun alasan Anies mendatangkan kayu dari Serbia karena memiliki kualitas bagus dan sudah terverivikasi. Sementara, kayu Indonesia dari segi kualitas memang tidak kalah jauh. Namun untuk verifikasi belum diakui, sehingga tidak bisa digunakan untuk alas arena balap.
"Jadi isunya bukan kayu asal mana, kayunya harus yang tersertifikasi," ujar Anies di lokasi.
Karena hal inilah, Anies berharap kedepannya di Indonesia punya lembaga yang konsen menangani persoalan kayu agar bisa lolos uji sertivikasi. Hal ini tentunya akan berguna untuk membangun fasilitas-fasilitas olahraga masa mendatang di Indonesia.
Menurutnya kayu Indonesia berkualitas dan bisa karena itu kita perlu mulai, instansi mana nanti yang ngurus sertifikasinya agar bisa dimanfaatkan untuk lokasi seperti ini, dikemudian hari
"Jadi mudah-mudahan ada banyak kayu asal Indonesia bisa tersertifikasi, sehingga bisa dipakai untuk lokasi seperti ini. Kayu kita berkualitas, karena itu kita perlu mulai mengurus sertifikasinya agar bisa dimanfaatkan untuk lokasi seperti ini, dikemudian hari," pungkas Anies. [nes]