"Dari sisi etika politik kurang elok," kata Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Daddy Rohanady, Selasa (15/8).
Menurutnya, Aher bukan berarti tidak punya kapasitas dalam mendampingi Anies Baswedan di ibukota Indonesia itu. Aher dinilai sudah memiliki kapasitas lebih dari itu.
"Dia (Aher) over kapasitas kalau dimasukkan ke sana. Dia pernah jadi anggota dewan di sana, dia gubernur di sebuah provinsi yang 46 juta lebih penduduknya, masa kemudian jadi wakil di sana. Eloknya di mana? Kurang elok itu," jelas Daddy.
Soal nama lain yang berkembang semisal Mardani Ali Sera maupun Ahmad Syaikhu, Daddy mengatakan semua itu tetap harus dibicarakan. Meskipun ada kesepakatan posisi tersebut bakal diisi oleh PKS.
"Jadi karena dia akan menjadi pasangan kerja gubernur. Anies yang milih. Bahwa kemudian masing-masing partai menyodorkan calon, yes. Nanti disepakati di dewan baru diusulkan ke Kemendagri. Itu mekanismenya," ucap Daddy diberitakan
Kantor Berita RMOLJabar.
[fiq]
BERITA TERKAIT: