Untuk itu, politisi Kebon Sirih meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tetap menyediakan anggaran perawatan RTH dalam APBD Perubahan.
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan, kalau angÂgaran perawatan RTH dipangkas akan membuat RTH tak terawat. Misalnya, RPTRA Kalijido yang rumput dan tanaman mengerÂing. Fasilitas yang tersedia pun rusak. Bahkan, sekarang ini Kalijodo dikuasai preman.
"Preman berkuasa, mereka saat kami datang mengaku sekuÂriti. Kami tanya dibayar berapa, dia bilang tidak dibayar tapi swadaya, waduh," ujar Bestari di Jakarta, kemarin.
Bestari bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi MarÂsudi pada Rabu pekan lalu melakukan inspeksi mendadak ke RPTRA Kalijodo. Dalam kunjungan itu, dia menemukan sejumlah kelalaian pengelolaan aset daerah yang harusnya diÂlakukan Pemprov DKI.
Antara lain kelalaian yang dimaksud adalah ruangan penÂgelola di RPTRA Kalijodo yang kini dijadikan tempat peÂnyimpanan minuman botol. Bestari mengatakan, penjualan minuman botol tersebut dikelÂola langsung preman penjaga RPTRA Kalijodo. Padahal 100 meter ke belakang taman ada Usha Mikro Kecil Menengah (UMKM) resmi yang pernah dibina Pemprov DKI.
Mirisnya, penjualan minuman botol tersebut dilakukan di pintu masuk RPTRA. Sedangkan penjual berstatus UMKM resmi ditempatkan di belakang.
"Dulu Pemprov DKI bisa usir seluruh preman di sini (KaliÂjodo), sekarang dimasukin lagi. Tinggal tunggu tiga bulan ke depan, bapak datang diusir sama preman," ungkap Bestari.
Bestari meminta Anies memÂperhatikan kondisi taman-taman dan RTH itu. Kemudian Dinas Kehutanan agar mengurungÂkan niatnya memangkas biaya perawatan seluruh RTH di IbuÂkota sebesar Rp 1,5 miliar dalam APBD Perubahan 2018.
Menurutnya, tidak logis bila SKPD yang seharusnya melakuÂkan perawatan RTH justru menÂgurangi anggarannya.
"Mau tambah miskin betul taman-taman kita ini. Anda jangan coba-coba kurangi ya anggaran perawatan RTH, kalau bisa ditambah tiga kali lipat," ungkapnya.
Kepala Dinas Perhutanan Djafar Muchlisin saat dikonÂfirmasi membantah kondisi mengenaskan RPTRA KaÂlijodo seperti disampaikan Bestari Barus. "Kalijodo itu tidak separah yang diceritaÂkan," katanya.
Untuk sejumlah pohon dan rumput yang mati, karena musim kemarau. Dengan demikian, Djafar menyampaikan akan meÂnambah intensitas penyiraman di seluruh taman oleh petugas PHL Dinas Kehutanan.
"Misal dari yang semula disiram dua kali sehari akan kita tingkatÂkan tiga kali. Kalau tiga kali masih kurang, kita tambahkan menjadi empat kali," terangnya.
Pihaknya akan memasang sprinkler atau penyiram tanaman otomatis untuk mengantisipasi matinya tumbuhan di RPTRA Kalijodo. Pemasangan sprinkler itu juga diharapkan sebagai solusi dari kendala krisis air bersih di kawasan itu.
Selama ini, dikatakan Djafar, petugas selalu meminta banÂtuan atau mengambil langsung air bersih dari wilayah Jakarta Timur atau wilayah lain untuk melakukan penyiraman.
"Pada pemasangan sprinkler nanti kita akan kerja sama dengan PAM Jaya agar kendala air bersih ini teratasi," tandasnya. ***
BERITA TERKAIT: