Kemudian fungsi menyeÂberangkan orang digantikan dengan pelican crossing dengan anggaran Rp 100 juta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah menÂgakui ada yang keberatan dengan kebijakan tersebut, namun ada juga yang menerimanya.
"Katanya mau benar. SekaÂrang gini, dari 10 orang apa semua siap? Kan tidak. Apa semua tidak siap? Kan tidak juga," ujarnya di Hotel Haris, Tebet, Jakarta Selatan.
Andri mengungkapkan, pemÂbuatan pelican crossing diÂlakukan bertahap. Di sekitar Bundaran HI, baru akan dibuat di empat titik saja.
Agar keamanan penyeberang terjamin, Dinas Perhubungan akan menurunkan petugas di setiap temÂpat penyeberangan tersebut.
"Ada petugasnya lah. Kita akan jaga pejalan kaki yang menyeberang. Kalau pelican kita yang bangun. Kalau JPO Dinas Bina Marga," imbuhnya.
Diterangkan Andri, pelican crossing tidak jauh berbeda denÂgan zebra cross pada umumnya. Hanya ini lebih lengkap dan ramah disabilitas. Soalnya ada
traffic light, tombol penyeberangan, dan pengeras suara.
Di luar negeri, hampir setiap penyeberangan yang aktiviÂtas lalu lintasnya tinggi harus diberikan pelican crossing. Tapi di Jakarta diakuinya memang masih belum dapat diterapkan di semua titik.
Idealnya ada 12 titik penyeÂberangan di Sudirman-Thamrin yang seharusnya dilengkapi dengan pelican crossing. Yakni di depan Istana Merdeka, Patung Kuda, Lampu Merah Kebon Sirih, Sarinah, Bundaran HI, Jalan Blora, Jalan Sudirman, kawasan Casablanca, Atmajaya, Semanggi, Menpan Senopati, dan Patung Obor.
"Yang jelas Sudirman-ThamÂrin saja sampai 12 yang membuÂtuhkan pelican crossing karena aktivitas lalu lintas pejalan kaki tinggi," ungkapnya.
Selain itu, Andri menyebut, para pejalan kaki dan pengendara belum memahami betul fungsi pelican crossing. Pihaknya berÂjanji akan menggencarkan soÂsialisasi.
Untuk diketahui, antara lain pelican crossing di Jakarta ada di depan Mal Ambassador, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, JaÂkarta Selatan. Penyeberang keÂbanyakan masih merasa tak ada bedanya dengan menyeberang di zebra cross. Meskipun ada petugas yang berjaga di area penyeberangan dan traffic light. Pengendara di Ibukota masih kurang menghormati pejalan kaki yang menyeberang.
"Nggak ada bedanya, tetap dag dig dug, khwatir saat menyeÂberang jalan. Sebab, kendaraan motor dan mobil kan tetap kenÂceng," aku Rani, pekerja gerai elektronik di Mal Ambassador.
Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebut, pelican crossing akan selesai dibangun sebelum Asian Games. Pembongkaran JPO dan pembangunan pelican crossing ini telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
Untuk memastikan pelican crossÂing aman bagi masyarakat, petugas Dinas Perhubungan akan berjaga-jaga. "Saya minta nanti ditambah petugasnya untuk memastikan kendaraan itu mengurangi keceÂpatannya," ujar Sandiaga.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim menÂerangkan, pelican crossing akan dilengkapi dengan bunyi peringatan dan garis kejut yang akan dibuat sebelum kendaraan mendekatinya.
"Akan dibuat garis kejut yang ada garis putih tebal itu supaya mengingatkan kepada pengÂendara agar melambatkan laju kendaraan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Pengamat Tata Kota UniverÂsitas Trisakti Nirwono Joga mengingatkan, pelican crossing di jalan ini dapat menimbulkan kemacetan. Pejalan kaki yang menyeberang akan menghambat di Jalan Sudirman-Thamrin yang memang terkenal padat.
Mestinya, di jalur sibuk seperti ini, penggunaan zebra cross dan pelican crossing dihindari. Jika ada penyeÂberang jalan, otomatis kendaraan berhenti. "Ini kan teknis jalan utama, meminimalisir orang nyeberang. Jalan Sudirman-Thamrin padat, orang nyeberang pasti banyak. Jadi harusnya minimalisir penghambatÂnya," kata Nirwono. ***
BERITA TERKAIT: