RPTRA Kalijodo Dulunya Rapi, Kini Berantakan Tak Terurus...

Selasa, 24 Juli 2018, 08:33 WIB
RPTRA Kalijodo Dulunya Rapi, Kini Berantakan Tak Terurus...
Foto/Net
rmol news logo Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Ja­karta Utara, lagi ramai dipergun­jingkan publik. Pasalnya, tempat prostitusi yang disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH) di era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi gubernur itu, kini berantakan tak terurus.

Sampah berserakan di RPTRA yang diresmikan pada 22 Feb­ruari 2017 itu. Rumput taman kering dan gersang. Lintasan sepeda BMX aspalnya mulai mengelupas. Ada lubang yang cukup besar membahayakan. Sejumlah lampu penerangan copot dan dibiarkan. Beberapa sudut menjadi tempat jemuran. Fasilitas dan arena permainan anak pun rusak. Padahal, sebel­umnya semua rapi.

Melihat hal itu, Wakil Gu­bernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak dulu lihai membangun fasilitas umum, hanya saja tak pandai merawatnya. Makanya perlu keterlibatan swasta dalam men­jaga fasilitas umum.

Sandiaga menyebut, perawa­tan Kalijodo bukan hanya tugas Pemprov DKI Jakarta. Seharus­nya dunia usaha dan masyarakat ikut merawat ruang publik.

"RPTRA Kalijodo ini merupak­an tanggung jawab bersama bukan hanya Pemprov DKI, tetapi juga oleh para pengelola, dunia usaha juga, masyarakat juga untuk sama-sama menjaga," ujar Sandiaga.

"Di situ kan kita lihat ada be­berapa perusahaan juga yang ter­libat di sana, seperti Sinar Mas, Sosro. Kami akan merangkul semuanya untuk menjaga karena ini milik bersama," tambahnya.

Sandiaga juga mengajak warga ikut menjaga aset Pem­prov dan Pemkot seperti taman dan fasilitas umum. Sebab jika tidak, aset-aset yang baru saja dibangun di Jakarta tidak akan bertahan lama.

"Kita bisa membangun, kita jagolah membangun, DKI jago membangun. Kalijodo kita ban­gun, masalahnya itu kita tidak bisa merawatnya. Saya khawatir trotoar kita bangun, GBK kita bangun, velodrome juga. Ini venue-venue terbaik di dunia. Velodrome kita nomor satu ter­baik di dunia, BMX terbaik di dunia, equestrian terbaik di Asia. Tapi kalau kita bisa memban­gun, tetapi tidak bisa menjaga bagaimana?" tandasnya.

Pengamat Perkotaan Uni­versitas Trisakti Nirwono Joga menyayangkan pernyataan San­diaga tersebut.

Dalam catatannya, tak hanya di Kalijodo, sekitar 50 persen ta­man di Jakarta tidak terpelihara dengan baik. Lampu taman mati, toilet rusak, bangku taman dan bak sampah jebol hingga taman yang mulai gundul sudah jadi pemandangan umum di taman dan fasilitas umum Ibukota.

Semestinya, lanjutnya, Anies- Sandi mengubah kondisi ini. Jangan malah terkesan meny­erah. Apalagi meminta bantuan swasta untuk mengatasinya.

"Kalau minta bantuan swasta, justru menunjukkan ketidakmam­puan dan ketidakpedulian Pemprov DKI dalam merawat taman. Ini kan tanggung jawabnya untuk merawat taman dan fasilitas umum," kata Nirwono saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.

Diingatkan Nirwono, tugas swasta hanya membantu. Itu­pun bila menguntungkan untuk mereka saja. Misalnya, lokasi taman strategis dan bisa pasang iklan gratis di lokasi. Swasta hanya membantu membangun, sementara kewajiban pemeli­haraan, hanya berlaku kurang lebih tiga sampai enam bulan. Setelahnya, menjadi tanggung jawab Pemprov ataupun Pemkot karena ini aset daerah.

Ditegaskan Nirwono, dengan APBD yang lumayan besar, se­mestinya Pemprov DKI punya dana dan kemampuan memeli­hara taman dan fasilitas umum lainnya. Alasan kekurangan petugas juga mengada-ada.

"Kalau hanya memelihara tidak perlulah minta bantuan swasta. Malulah. Masalahnya, RTH Kalijodo ini peninggakan Gubernur terdahulu, sehingga mungkin merasa tidak ada ke­untungan secara politik jika merawatnya," tandasnya.

Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara Muhammad Iqbal mengaku, RTH Kalijodo sudah tidak dibantu swasta. Usai dires­mikan, pihak swasta tak pernah lagi terlihat memberikan bantuan, baik dana, barang dan lainnya. Biaya operasional juga swadaya.

"Kita swadaya, untuk pekerja harian lepas yang memelihara. Kalau langsung beli ini itu enggak ada uangnya," ujarnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA