Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, alasan memperpanjang ini coba itu adalah operator masih menghitung besaran tarif.
"Jadi rencananya diperpanjang karena ada keyakinan dari BPBJ yang sekarang lagi menghitung angka OK Otrip rupiah per kilo meternya," katanya di Balaikota Jakarta, Senin (16/7).
Perhitungan besaran tarif itu karena menurutnya para operator belum setuju dengan angka yang ditetapkan oleh Pemprov DKI.
Selain untuk menghitung besaran tarif, perpanjangan masa uji coba juga karena operator yang mau bekerja sama baru berjumlah dua. Sementara targetnya adalah 11 operator.
"(Karena) akhir bulan Juni ini kita dapat jumlah operator yang bergabung lebih sedikit," ujarnya.
Sesuai dengan permintaan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, lanjut Sandiaga, operator ingin memperpanjang uji coba hingga akhir bulan Juli atau pertengahan Agustus nanti.
"Akhir Juli atau pertengahan Agustus kita lagi tentukan nanti diumumkan. Karena baru habis hari ini akan diumumkan perpanjanganya sampai kapan," imbuhnya.
Perpanjangan uji coba ditegaskannya penting. Sebab, animo masyarakat sejauh ini sangatlah besar. Yakni paling tidak 20 ribu penumpang per hari.
"Targetnyakan 2609 (armada) dari 11 operator. Kita ingin 2 atau 3 bergabung lagi sehingga dapat kritikalmass 50 persen dari target 11 orang. Dari 30 trayek ini kita targetkan paling tidak ada 3 persen hingga 35 persen trayek itu bisa dicapai bulan ini," demikian kata pria yang akrab disapa Sandi ini.
Perlu diketahui, Pemprov DKI sebenarnya sudah melakukan uji coba OK Otrip sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilangsungkan pada 15 Januari sampai 15 April, sedangkan uji kedua adalah pada 15 April sampai 15 Juli kemarin.
[fiq]