Sandi menekankan bahwa seharusnya pihak gedung pengelola mengalokasikan 20 persen lahannya untuk para PKL tersebut.
"Pedagang kecil mandiri kita akan coba fungsikan mereka bisa direlokasi ke dalam gedung gedung. Karena sebetulnya Mereka ada di situ karena ada permintaan yang ada marketnya, ada pasarnya jadi kebetulan gedung-gedung tersebut juga memiliki kewajiban untuk menyediakan 20 persen untuk usaha kecil dan menengah," Ujar Sandi di Gedung Kemko PMK, Jakarta, Kamis (12/7).
Ia menerangkang, dirinya menginginkan ada keterlibatan antara pihak pengelola gedung untuk mengupayakan para PKL tetap berjualan. Terutaman di dekat Wisma Atlet dan lokasi tempat berlangsungnya pertandingan. Bukan hanya itu, Sandi meminta agar permasalahan ini selesai semuluruhnya pada 22 Juli 2018 mendatang.
"Jadi kita ingin mereka juga memberikan khusus pada saat-saat Asian Games ini tempat berusaha bagi para UMKM yang ada di wilayah venue maupun di wilayah perkampungan atlet atau atlet village. Itu yang dapat kami sampaikan kita sangat optimis bahwa Jakarta siap untuk menyambut Asian Games," paparnya.
"Mengenai trotoar, kami sampaikan koridor utama Sudirman-Thamrim akan selesai 22 Juli dan trotoar akan sudah difungsional kan 31 Juli," imbuh Sandi.
[fiq]