"Semisal, jika ingin membangun sebuah kegiatan ekonomi di lokasi tertentu kita sudah lebih dulu mengamati bagaimana pertumbuhan ekonomi di daerah itu, bagaimana pola hidup masyarakat di sekitarnya, apakah tepat, jangan sampai sudah dibuka namun sia-sia atau tidak tepat sasaran," ujar tim Anies-Sandi, Anthony Leong pada "Beijing International Forum on People-to-people Friendship 2018 di Jakarta," Senin (2/7).
Pakar digital itu juga menyatakan Pemprov DKI ke depan harus menerapkan
urban planning yang dimuat dalam platform digital agar pembangunan aspek- aspek penting seperti infrastruktur, transportasi, dan kebutuhan mendasar seperti air bersih, sanitasi dan lain sebagainya dapat terorganisir dengan baik.
“Di zaman now, ini harus semua di-
simplified. Kita harus transformasi ke digital karena meminimalisir
human error juga. Jadi ini penting dengan adanya peta atau KRK (Ketetapan Rencana Kota) berbasis digital akan lebih mudah mengetahui zonasi dan teknis lainnya sehingga merumuskan sebuah kebijakan, pihak swasta yang mau berinvestasi di daerah tersebut juga bisa mengetahui lebih
details bagaimana arah pembangunan ke depan," papar Anthony yang juga fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.
[wid]