Seruan disampaikan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung di Sumut. Berkaca dari Pilgub 2013 lalu, angka golput di Sumut sangat tinggi yaitu lebih 50% dari total pemilih.
"Pemilih milineal sangat jadi penentu untuk menentukan pemimpinan Sumut kedepan," kata Koordinator Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut, Charles Munthe melalui pesan elektronik kepada redaksi, Selasa (26/6).
Charles mengatakan, Sumut memiliki potensi kekayaan alam dan pariwisata yang membanggakan seperti energi panas bumi yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara dan Danau Toba. Karena itu Sumut sangat membutuhkan pemimpin yang bersih dan berpengalaman untuk mengemas potensi itu menjadi tertata demi kesejahteraan masyarakat.
"Masa depat Sumut ada di tangan kita. Jangan sampai salah menentukan pilihan. Harus jelas rekam jejaknya. Pilihan kita akan menentukan nasib kesejahteraan rakyat," jelas Charles.
Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Sumut, Zulham Pardede menyampaikan hal yang sama. Dia berharap pemilih pemula dan masyarakat dapat memilih dengan rasional. Artinya memilih kandidat yang punya kemampuan manajemen pemerintahan yang baik.
Selain itu pemuda harus ambil bagian dalam proses pengawasan dalam tahapan pilkada dan aktif berkomunikasi dengan pihak kepolisian.
"Kepada seluruh tim pemenangan kandidat kami minta agar segera menghentikan segala bentuk penggiringan opini, masa kampanye sudah selesai. Sudah saatnya masyarakat dibiarkan menentukan pilihan tanpa ada upaya-upaya penggiringan dengan opini yang provokatif," papar Zulham.
Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut, Yakin Sitorus mengatakan ajang Pilgub
jangan sampai melukai perasaan masyarakat Sumut yang majemuk.
"Masyarakat harus terjaga dari tangan-tangan kotor provokator yang menggunakan isu SARA demi ambisi kekuasaan," tegas Yakin.
"Mahasiswa harus melihat sepak terjangnya, pilihlah pemimpin yang bersih dan berpengalaman," sambungnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: