Itulah hasil survei yang dilakukan oleh Sinergi Data Indonesia (SDI) pada tanggal 7-15 Juni 2018 lalu.
Direktur Eksekutif SDI, Barkah Pattimahu, menjelaskan, dalam survei yang melibatkan 800 responden yang dipilih dengan multistage random sampling dari keseluruhan penduduk Maluku itu, pihaknya mendapatkan hasil pasangan Santun unggul dengan tingkat elektabilitas sebesar 35 persen.
Urutan kedua ditempati pasangan Herman A. Koedoeboen- Abdullah Vanath dengan dukungan 26,17 persen. Kemudian, Murad Ismail-Banabas Orno menempati posisi buncit dengan dukungan 25,33 persen.
Hasil itu disampaikan dalam konferensi pers dan diskusi bertema "Dinamika Pilkada Maluku di Tengah Harapan Netralitas TNI-Polri, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (21/6).
Menurut dia, tingkat elektabilitas pasangan Santun yang terbilang tinggi tak lepas dari kebanyakan masyarakat Maluku yang puas dengan kinerja petahana, Said Assagaff. Sebanyak 70,34 persen responden mengaku merasa puas dengan kinerja Said dan hanya 29,66 persen responden yang mengaku kurang puas.
"Jika kepuasan dan keberhasilan incumbent atau petahana di atas 50 persen maka incumbent tersebut berpeluang besar untuk terpilih kembali,†jelasnya.
Margin of error dari survei ini lebih kurang 3,8 persen. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner.
[ald]
BERITA TERKAIT: