Seorang petugas Dinas Perhubungan di Terminal Pulo Gebang, Jayus menilai akses transportasi yang sulit membuat terminal ini kurang diminati oleh pemudik arus balik jika dibandingkan dengan Kampung Rambutan.
Menurutnya, masyarakat enggan menggunakan Terminal Pulogebang karena akses untuk menjangkau tempat tujuan akhir dari terminal sulit didapatkan.
"Ya kan aksesnya sulit kalau ke sini, makanya di sini lebih sedikit (jumlah penumpangnya)," ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOLdi Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (19/6).
Hal ini lantaran, terminal tersebut berada di pinggir kota. Sehingga untuk menyambung ke tempat tujuan masih memiliki jarak yang cukup jauh dan memakan waktu.
"Di sini kan daerah pinggiran," tukasnya.
Jika dilihat dari data kedatangan arus balik yang ada, kepadatan di Terminal Pulogebang dan Kampung Rambutan memiliki perbedaan yang signifikan.
Di Terminal Kampung Rambutan, puncak arus balik terjadi pada Senin (18/6) kemarin dengan jumlah 12.175 orang yang datang ke Jakarta pada shift pertama. Sementara di Terminal Pulo Gebang hanya 3.971 orang saja.
[ian]
BERITA TERKAIT: