Aa Gym Terpanggil Sosialisasi Kepahitan Di Al Quds

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 21 Mei 2018, 12:26 WIB
Aa Gym Terpanggil Sosialisasi Kepahitan Di Al Quds
Foto: Net
rmol news logo Berbagai jalan di sekitar komplek Masjid Al Aqsha sudah diganti dengan nama-nama Yahudi.

Tak hanya itu, komplek makam Sahabat Nabi Muhammad SAW yang berada di kota Al Quds atau biasa disebut Yerusalem pun dirusak oleh zionis Israel.

Kondisi ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem sekaligus mendeklarasikannya sebagai ibukota Israel.

Langkah AS ini juga berdampak syahidnya 52 warga Gaza yang ditembak oleh sniper tentara Israel. Jumlah korban ini tidak termasuk dengan seratusan korban meninggal sebelumnya dalam Aksi Protes Damai yang bertajuk The Great Return March.

"Dunia sudah menyaksikan tindakan brutal para tentara Israel ini. Dunia sudah menyaksikan kejadian (penembakan peserta aksi demonstrasi damai) ini merupakan pertumbahan darah orang yang tidak bersalah. Semoga, masyarakat dunia bisa melihat kekejian ini dan berbuat sesuatu untuk menghentikan kedzaliman ini," tutur Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar usai menerima kunjungan dari dua ulama Palestina, Syekh Prof Mukhlis Yahya Barzah dan Syekh DR Mahmud Abubakar dan Direktur International Aqsha Institute, Ahmad Musyafa di Masjid Daarut Tauhid, baru-baru ini seperti dimuat RMOLJabar.

Aa Gym mengaku selalu memantau perkembangan di Palestina, khususnya di Al Quds. Tapi, dari informasi yang disampaikan oleh Syekh Mukhlis dan Syekh Mahmud, ternyata banyak informasi yang tidak diketahui media.

Salah satunya, kata Aa, dampak dari pemindahan Kedubes Amerika ke Al Quds itu telah berakibat syahidnya 52 lebih warga Palestina yang melakukan aksi protes dengan damai pada Senin (14/5).

Jumlah ini belum termasuk dengan seratusan lebih warga Gaza yang ditembak oleh sniper di perbatasan Gaza.

Tak hanya itu, tambah Aa, Israel pun dengan leluasa dan seperti ingin secepatnya mengambil alih Masjid Al Aqsha. Itu terlihat dari pembatasan penduduk Al Quds yang beribadah di Masjid Al Aqsha, hingga perusakan berbagai monumen di sekitar masjid berkubah emas tersebut.

"Ini sangat memprihatinkan. Saya sangat terpanggil untuk bersama-sama menyosialisasikan kepahitan ini sehingga semua bisa ikut bertanggung jawab atas Masjidil Aqsha," ujar Aa.

Aa Gym menegaskan, pembebasan Al Aqsha adalah amanat agama. Dan bagi yang non muslim, membantu perjuangan masyarakat Palestina merupakan amanah pembukaan UUD 1945.

Sedangkan bagi masyarakat dunia secara luas, membebaskan Palestina dari penjajahan Israel merupakan komitmen semua pihak untuk menghapuskan penjajahan dari muka bumi.

"Kita harus bersama-sama membebaskan MAsjidil Aqsha dari penjajahan Israel," kata Aa Gym.

Aa Gym menuturkan, selama ini pihaknya telah turun tangan untuk membantu penderitaan sesama saudara muslim di Palestina. Salah satunya dengan membuka cabang DT di Gaza, Palestina. Namun di Gaza, pihaknya hanya fokus penanganan persoalan sosial dan kemanusiaan.

Ke depan, tambah Aa, pihaknya akan mempertimbangkan tawaran untuk membuka cabang di Al Quds sehingga mempermudah pengiriman bantunan dari para donatur. [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA