PILGUB KALTIM

Debat Soal Keamanan, Safaruddin Tuai Pujian Netizen

Kamis, 10 Mei 2018, 20:16 WIB
Debat Soal Keamanan, Safaruddin Tuai Pujian Netizen
rmol news logo Debat Pilgub Kalimantan Timur Sesi-2 di Studio iNews, MNC Tower, Jakarta, Rabu 9 Mei 2018, mendapat sorotan netizen.

Pandangan calon wakil gubernur nomor urut 4 Irjen Pol (Purn) Safaruddin mengejawantahkan bidang keamanan lewat perspektif agama diamini netizen ketimbang pandangan cawagub nomor 3 Hadi Mulyadi yang menekankan urusan keamanan merupakan tanggung jawab TNI dan Polri.

"Keliatan mana pemimpin yang amanah saat debat soal keamanan. Yang satu menjadikan agama sebagai dasar untuk bekerja. Yang lainnya dari kalangan relijius, tapi menjadikan perspektif politik sebagai dasar untuk bekerja. Gimana ni menurut bubuhannya?" tulis akun Rafika Maulida di salah satu grup Facebook lokal Samarinda.


Netizen Adelia Zahra juga memuji Safaruddin. Menurutnya, Safaruddin melewati debat dengan bagus.

"Pak Safaruddin kelihatan sekali menguasai materi. Debat soal keamanan di Kaltim aja pake pendekatan agama. Nah yang satunya (Hadi Mulyadi) dari partai agamis justru pake pendekatan politik. Ini piye?" tulis akun lainnya,

Beda pandangan soal keamanan antara Safaruddin dan Hadi muncul ketika sesi question and answer. Safaruddin menanyakan kepada Hadi mengapa tidak memiliki program keamanan untuk masyarakat Kaltim. Hadi mengakuinya sebab pihaknya memahami keamanan tanggung jawab pusat, bukan daerah.

Usai memberikan jawaban, moderator kemudian meminta Safaruddin untuk memberikan tanggapan atas jawaban Hadi.
Mantan Kapolda Kaltim itu dengan tenang menyampaikan, bahwa soal keamanan merupakan hal penting untuk membawa masyarakat menuju kesejahteraan.

Ini tersirat, ujarnya, lewat doa Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT agar memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi umat.


"Keamanan adalah hal pertama yang dimohonkan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Setelah keamanan, baru kesejahteraan yang diminta doa Nabi Ibrahim," ujar Safaruddin saat memberi penjelasan kepada mantan Ketua DPD PKS Kaltim itu.


Kemudian di sela perdebatan yang disiarkan secara live itu, Safaruddin sempat membacakan doa Nabi Ibrahim atau yang dikenal sebagai doa anugerah untuk keamanan negeri.

"Doa anugerah keamanan negeri ini merupakan doa saat Nabi Ibrahim AS meminta kepada Allah SWT agar Makkah menjadi kota yang aman, damai, dan diberikan pula rezeki yang berlimpah kepada penduduknya," jelas Safaruddin.


Dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 126, doa Nabi Ibrahim berbunyi;
"Rabbi ij’al haadzaa baladan aaminan waurzuq ahlahu mina altstsamaraati man aamana minhum biallaahi waalyawmi al-aakhiri qaala waman kafara faumatti’uhu qaliilan tsumma adtharruhu ilaa ‘adzaabi alnnaari wabi/sa almashiiru," kata Safaruddin.


Artinya adalah; "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian".

Ditemui usai acara, Safaruddin menjelaskan, banyak pesan dan makna yang ada dalam doa Nabi Ibrahim tersebut. Hal ini, ungkapnya, bisa jadi pedoman masyarakat Kaltim.

"Saya pikir ada banyak makna dan pesan yang bisa kita ambil dari doa Nabi Ibrahim," ucapnya.

"Di manapun saya berada, agama tetap jadi pijakan utama dalam berbuat sesuatu. Termasuk untuk membangun Kaltim 5 tahun mendatang," timpal Safaruddin.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA