Menggali Potensi Indonesia Sebagai Negara Industri

Kamis, 10 Mei 2018, 05:40 WIB
Menggali Potensi Indonesia Sebagai Negara Industri
Foto: Istimewa
rmol news logo Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT) merupakan institusi penting dan sepantasnya mendapat penguatan untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa.

Demikian disampaikan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan bersama para peneliti di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (9/5).

Menurutnya, penguatan peran BPPT sejalan dengan bergulirnya kehendak kuat Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri.

"Tidak ada satu negara pun dapat menjadi negara industri yang kuat, maju dan mandiri Berdikari tanpa riset yang kuat," kata Megawati.
 
Dia menjelaskan, tahun 2018, anggaran riset yang tersebar di seluruh kementerian dan lembaga sebesar Rp 24,9 triliun dari total 2221 triliun jumlah APBN 2018.

Jika diasumsikan, prosentase anggaran yang murni untuk riset tetap pada angka 43,7 persen maka setara dengan Rp 10,89 triliun atau hanya 0,49 persen dari total APBN. Angka itu turun 0,05 persen dari APBN dua tahun lalu.

Menurutnya kalimat kunci untuk menjadi negara industri yaitu kebijakan pembangunan yang berbasis pada riset ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan sambung Megawati, Presiden pertama RI Soekarno juga sangat mencita-citakan Indonesia menjadi negara industri. Hal ini bisa dibuktikan dalam arsip sejarah yang memperlihatkan bahwa Bung Karno melibatkan tidak kurang dari 600 pakar yang tergabung dalam Dewan Perancang Nasional.

"Bung Karno menekankan bahwa pondasi rencana pembangunan nasional harus bersifat ilmiah yang merupakan hasil riset nasional yang berdasar pada kenyataan yang ada dan kebutuhan rakyat Indonesia," papar Megawati.

Untuk itu, dia mengajak semua pihak memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Sistem Nasional Penelitian dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi harus eksplisit. Di mana, dikatakan bahwa riset ilmu pengetahuan dan teknologi wajib menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Kedua, dengan tidak berorientasi pada persoalan eksistensi lembaga tetapi pada kepentingan bangsa ke depan. Untuk dikaji terkait pentingnya Indonesia memiliki satu badan riset nasional, suatu badan yang akan mengkonsolidasikan seluruh riset di perguruan tinggi, kementerian dan lembaga.

Ketiga, yang tidak kalah penting adalah pengembangan dan perlindungan bagi sumber daya manusia (SDM) riset itu sendiri. Dari peningkatan kualitas, status kerja hingga penghargaan atas kekayaan intelektual yang mereka lahirkan.

"Indonesia tidak kekurangan anak bangsa yang cerdas. Mereka adalah salah satu generasi premium yang dipersiapkan untuk membangun Indonesia menjadi negara industri," jelas Megawati.

"Mereka semua memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Saat negara memanggil, mereka siap singsingkan lengan, bergotong royong untuk negeri. Sekali lagi, saya mengajak untuk berjuang bersama mewujudkan Indonesia menjadi negara industri, yang berbasis pada riset nasional. Sekarang lah saat yang tepat untuk kembali menghidupkan spirit percaya pada kekuatan anak bangsa kita sendiri," tegas Megawati yang juga ketua umum PDI Perjuangan. [nes]
 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA