Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 merasa, hal itu penting lantaran saat ini terjadi miskomunikasi antara kedua pihak tersebut.
"Bangun sinergitas antara buruh dan pengusaha. Komunikasi harus lebih baik agar program yang dibuat tepat sasaran ke buruh," kata Kang Uu dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (1/5).
Bupati Tasikmalaya 2 Periode ini menjelaskan, komunikasi menjadi kunci agar silaturahmi antara buruh dan pengusaha bisa lebih erat.
Buruh, lanjut Kang Uu, bisa mencurahkan harapannya, begitu juga pengusaha.
"Buruh tidak akan puas jika tidak bisa berkomunikasi dengan pengusaha," kata Kang Uu yang berpasangan dengan calon gubernur Jabar Ridwan Kamil ini.
Menaikan kesejahteraan buruh, menurut Kang Uu, tidak selalu harus menaikkan upah. Tapi bisa dengan meningkatkan fasilitas dasar buruh.
Mulai dari tersedianya tempat tinggal (mess, asrama, rumah dan lainnya) yang dekat dengan tempat kerja, sehingga buruh hanya jalan kaki ke kantornya, menyediakan bus karyawan untuk mereka yang rumahnya jauh dari pabrik, makan buruh selama bekerja tersedia, hingga memberikan fasilitas membeli sembako murah.
Untuk meningkatkan keahlian buruh, pengusaha juga memberikan pelatihan keterampilan. Sebab, menurut Kang Uu, selama ini pengusaha kerap mengeluh keterampilan yang dimiliki para pelamar tidak sesuai harapan.
"Jadi, lembaga pelatihan mutlak harus ada di setiap pabrik,†ujar mantan Ketua DPRD Tasikmalaya ini.
"Jika seluruh kebutuhan dasar buruh terpenuh, buruh tentu tidak akan demo. Malah, mereka dapat menabung dan menata hidupnya ke depan karena kebutuhan dasarnya sudah difasilitasi perusahaan," sambungnya.
Tak hanya itu, pelaku industri juga diminta membangun sarana tempat ibadah representatif bagi buruh di tempat kerjanya.
"Pengusaha harus menyediakan masjid agar buruh bisa lebih mudah beribadah," ujar Peraih Satyalencana 2016 dari Presiden Jokowi ini.
Menurut dia, beribadah merupakan hak dan kebutuhan setiap pekerja. Hal ini akan mendorong pekerja lebih loyal kepada perusahaan dan waktu kerja lebih efisien karena karyawan tidak perlu pergi ke luar untuk pergi ke masjid.
"Keberadaan masjid membuat karyawan merasa lebih dihargai yang ujung-ujungnya meningkatkan produktivitas kerja," kata cucu KH. Choer Affandi, pendiri Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya Tasikmalaya ini.
[sam]
BERITA TERKAIT: