Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lokasi posko induk bencana gempa bumi di Desa Sidakangen, kemarin.
"Kita butuh waktu 2 minggu sampai 1 bulan untuk persiapan material, perencanaan, dan lain-lain. Kita harapkan dalam waktu itu sudah selesai dikerjakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama Kementerian PUPR," kata Presiden Jokowi.
Pemerintah, kata Jokowi, akan memberikan bantuan para pengungsi untuk biaya sewa rumah sembari menunggu rumah mereka selesai direhaÂbilitasi.
"Bantuan sewa rumah Rp 500.000 per bulan selama enam bulan. Juga ada banÂtuan jatah hidup Rp 10.000 per jiwa per hari selama 3 bulan," tuturnya.
Rencananya, lanjut Jokowi, pos anggaran pembangunan rumah yang rusak berat dan rusak sedang akan diambilkan langsung dari APBN.
Sementara untuk bantuan rehabilitasi rumah yang ruÂsak ringan akan disalurkan melalui APBD provinsi dan kabupaten.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga turut bermain bersama pengungsi anak-anak yang saat itu tengah belajar dan bermain bersama Kak Seto Mulyadi dan Kak Heni yang merupakan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial.
Sementara Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, kementeriannya menyalurkan bantuan sebesar Rp 767,2 juta untuk korban gempa bumi Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut, terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat, santunan ahli waris dan santunan korban luka-luka.
Rinciannya, bantuan logisÂtik tanggap darurat sebesar Rp 667.237.736, santunan ahli waris untuk dua orang masing-masing Rp 15.000.000 dan santunan korban luka-luka sebesar Rp 70.000.000 untuk 35 orang.
Melanjutkan keteranganÂnya, Harry menjelaskan, ada tiga upaya penanganan benÂcana sesuai standar kemensos. Pertama, tahap prabencana. Pada tahap ini, akan dibangun sistem penanggulangan benÂcana bidang perlindungan sosial, menyiapkan sarana dan prasana pendukung, mengemÂbangkan kapasitas SDMT agana dan relawan sosial, membentuk Kampung Siaga Bencana, membentuk Forum Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal, sosialisasi, simulasi, dan gladi lapangan.
Tahap kedua, mengaktiÂvasi Sistem Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial, Pengerahan SDMT agana dan relawan sosial, Pemberian bantuan pemenuÂhan kebutuhan dasar dan peÂlayanan sosial lainnya, advokasi dan layanan dukungan psikososial.
Ketiga, tahap pascabencana, adalah pemberian bantuan pemulihan santunan sosial, jaminan hidup dan bantuan stimulan lainya), advokasi dan layanan dukungan psikososial, dan melaksanakan rujukan.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan tim ke lapangan dan berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian pasca gempa di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.
PUPR melalui Tim Satuan Kerja (Satker) Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya teÂlah memasang 6 unit WC portable, 12 unit HU, 3 unit mobil toilet, 4 unit WC Knockdown, 2 mobil Mobil Tanki Air (MTA) dan 1 mobil tinja. Keseluruhan fasilitas diatas disebar pada beberapa lokasi Posko Pengungsian di Desa Sidakangen, Desa Kalibening, Desa Plorengan, Desa Kasinoman dan Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening.
PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak juga melakukan pengecekan kondisi Bendungan Sempor dan Wadas Lintang. Di antaranya pengecekan pada lereng hulu dan hilir bendungan, spillway, saluran peluncur, hulu dan hilir bendungan pembantu dimana hasilnya tidak ditemukan keretakan dan masih dalam kondisi baik. ***
BERITA TERKAIT: